Sabtu, 10 November 2012

PERAN BIDAN SEBAGAI PELAKSANA DAN PENDIDIK



TUGAS DISKUSI KELOMPOK
KONSEP KEBIDANAN TENTANG PERAN BIDAN
SEBAGAI PELAKSANA DAN PENDIDIK

G.jpeg
KELAS 1 D
KELOMPOK I:
Hilda Hardiyanti
Feri Ikawati
Rikha Novita Sari
Ana Paramita Prastiwi
Naning Winarsih
Ria Kesuma Perdani
Wulan Tertiana S.
Sirna
Rivalda Marlina Kaliele
Andhina Ratih Fitria



AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA
2011/2012
Bidan adalah suatu profesi yang dinamis. Berhubung perubahan-perubahan terjadi begitu cepat, para bidan harus terus menerus memperbaharui keterampilannya serta harus meningkatkan pengetahuannya ,yang menjadi bidan praktik harus kompeten dalam pengetahuan dan keterampilan yang diharuskan agar bisa menjadi seorang praktisi yang aman saat ia memulai pekerjaan. Dalam melaksanakan profesinya ,bidan memiliki beberapa peran. Diantaranya peran sebagai pelaksana,pengelola,pembimbing dan pendidik. Namun pada materi ini,kita akan membahas peran bidan sebagai pelaksana dan pendidik.

PERAN BIDAN SEBAGAI PELAKSANA
Bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas ketergantungan.
1.      TUGAS MANDIRI
Tugas-tugas mandiri bidan meliputi :
a.       Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan mencakup :
-          Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi kebutuhan asuhan klien.
-          Menentukan diagnosis.
-          Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi.
-          Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
-          Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan.
-          Membuat rencana tindak lanjut kegiatan atau tindakan.
-          Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan atau tindakan.
b.      Memberikan pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan melibatkan mereka sebagai  klien, mencakup:
-          Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan perempuan dalam masa pranikah.
-          Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan dasar.
-          Menyusun rencana tindakan atau layanan sebagai prioritas mendasar bersam klien.
-          Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana .
-          Mengevaluasi hasil tindakan atau layanan yang telah diberikan bersama klien.
-          Membuat rencana tindak lanjut tindakan atau layanan bersama klien.
-          Membuat penatatan dan pelaporan asuhan kebidanan.
c.       Membrikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal ,mencakup:
-          Mengkaji status kesehatan klien yang berada dalam keadaan hamil.
-          Menentukan diagnisis kebidanan dan kebutuhan kesehatan klien.
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah.
-          Melaksanakan asuhan kebidanan seuai dengan rencana yang telah disusun.
-          Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien.
-          Membuat rencana tindak lanjut asuhan yang telah diberikan bersama klien.
-          Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.
-          Menbuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang telah diberikan.
d.      Memberi asuhan kebidanan kepada klien yang berada pada masa persalinan dengan melibatkan klien atau keluarga,mencakup:
-          Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien dalam masa persalinan
-          Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan.
-          Menyusun rencana asuhan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah.
-          Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
-          Evaluasi asuhan yang telah diberikan bersama klien.
-          Membuat rencana tindakan pada ibu selama persalinan sesuai dengan prioritas.
-          Membuat asuhan kebidanan.
e.       Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir mencakup :
-          Mengkaji status kesehatan bayi baru lahir dengan melibatkan keluarga.
-          Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan  kebidanan pada bayi baru lahir.
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas.
-          Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dngan rencan yang telah dibuat.
-          Meengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan .
-          Membuat rencana tindak lanjut.
-          Membuat rencana pncatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan.
f.       Memberikan asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien atau keluarga,mencakup:
-          Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas.
-          Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah.
-          Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.
-          Mengevaluasi bersama klien untuk asuhan kebidanan yang telah diberikan .
-          Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien.
g.      Memberi asuhan kebidanan pada perempuan usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana ,mencakup:
-          Mengkaji kebutuhan pelayanan keluarga berencana pada PUS atau pasangan usia subur.
-          Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan
-          Menyusun rencana pelayanan KB sesuai dengan prioritas bersama klien.
-          Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
-          Mengvaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan.
-          Membuat rencana tindak lanjut bersama klien .
-          Membuat pencatatan dan laporan
h.      Memberi asuhan kebidanan pada perempuan dengan gangguan sistem reproduksi dan perempuan dalam masa klimakterium serta menopause,mencakup:
-          Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien.
-          Menentukan diagnosis , prognosis, prioritas dan kebutuhan asuhan.
-          Menyusun rencana asuhan sesuai prioritas masalah bersama klien.
-          Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana.
-          Mengevaluasi bersama klien hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan.
-          Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan.
i.     Memberikan asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga,menakup:
-      Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan sesuai dengan tumbuh kembang bayi atau balita.
-          Menentukan diagnosis dan prioritas masalah.
-          Menyusun rencana asuhan sesuai dengan rencana.
-          Melaksanakan asuhan sesuai dengan asuhan sesuai dengan prioritas masalah.
-          Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan
-          Membuat rencana tindak lanjut.
-          Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan.
2.      Tugas kolaborasi
Tugas – tugas kolaborasi atau kerjasama bidan meliputi :
a.       Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga mencakup :
-   Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
- Menentukan diagnosis prognosis dan prioritas kegawatdaruratan memerlukan tindakan kolaborasi.
- Merencanakan prioritas kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi dan kerjasama dengan klien.
-      Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan melibatkan klien.
-       Mengevaliasi hasil tindakan yang telah diberikan
-        Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-        Membuat pencatatn dan pelaporan.
b.      Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan  yang memerlukan tindakan kolaborasi meliputi:
- Mengkaji kebutuhan asuhan pada kasus resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
-     Menentukan diagnosis, prognosis, dan priorotas sesuai dengan faktor resiko serta kegawatdaruratan pada kasus resiko tinggi.
-          Menyusun rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama  sesuai prioritas
-          Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-          Membuat pencatatan dan pelaporan.
c.       Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan  pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dengan keluarga mencakup :
-    Mengkaji kebututuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
-     Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
-       Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
-          Melaksakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai prioritas
-        Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu hamil dengan resiko tinggi
-          Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-          Membuat pencatatan dan pelaporan
d.      Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga mencakup :
-          Mengkaji kebutuhan asuhan kepada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
-          Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu  dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
-          Melaksakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai rencana
-          Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
-          Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-          Membuat pencatatan dan pelaporan
e.       Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga mencakup :
-          Mengkaji kebutuhan asuhan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
-          Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioriitas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
-          Melaksakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir  dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai rencana
-          Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
-          Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-          Membuat pencatatan dan pelaporan
f.       Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan reiko tinggi serta pertolongan pertama pada keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga mencakup :
-          Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
-          Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioriitas sesuai dengan faktor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
-          Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas
-          Melaksakan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai rencana
-          Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
-          Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
-          Membuat pencatatan dan pelaporan
3.      Tugas ketergantungan
Tugas-tugas ketergantungan (merujuk) bidan yaitu :
a.       Menerapkan manajemen kebidanan, pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga mencakup :
-          Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan yang memerlukan tindakan diluar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/keluarga
-          Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasi yang lengkap
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi
b.      Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan dengan resiko tinggi serta kegawatdaruratan, mencakup :
-          Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas
-          Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
-          Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
-          Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi
c.       Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu  masa persalinan dengan penyulit tertentu melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
-          Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas
-          Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
-          Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi
d.      Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan padaibu dalam masa nifas dengan penyulit dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
-          Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada ibu dalam masa nifas yang memerlukan konsultasi dan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas
-          Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
-          Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi
e.       Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga, mencakup:
-          Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi dan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas
-          Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
-          Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi
f.       Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga, mencakup:
-          Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada balita yang  memerlukan konsultasi dan rujukan
-          Menentukan diagnosis,prognosis dan prioritas
-          Memberi pertolongan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
-          Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
-          Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervesi

Fungsi Bidan sebagai pelaksana mencakup:
1.      Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu,keluarga, serta masyarakat (khususnya kaum remaja) pada masa praperkawinan.
2.      Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan kasus patologis tertentu, dan kehamilan dengan resiko tinggi.
3.      Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologis tertentu.
4.      Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan resiko tinggi.
5.      Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas.
6.      Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui.
7.      Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah.
8.      Memberi pelayanan keluarga berencana sesuai dengan wewenangnya.
9.      Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan sistem reproduksi,termasuk wanita pada masa klimakterium internal dan menopause sesuai dengan wewenangnya.

PERAN BIDAN SEBAGAI PENDIDIK
            Sebagai pendidik, bidan memiliki dua tugas, yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader.
a.       Memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien
Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien ( indivdu, keluarga, kelompok,serta masyarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan, khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana, mencakup:
-          Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan, khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana bersama klien.
-          Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang dikaji, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien.
-          Mempersiapakan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
-   Melaksanakan program pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang, dngan melibatkan unsur-unsur terkait, termasuk klien.
-   Mengevaluasi hasil pendidikan atau penyuluhan kesehatan bersama klien dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meningkatkan program di masa yang akan datang
-  Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan atau penyuluhan kesehatan secara lengkap serta sisitematis
b.      Melatih dan membibing kader
Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan, serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya, mencakup:
-    Mengakaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan bagi kader, dukun bayi, serta peserta didik
-      Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian
- Menyiapkan alat bantu mengajar serta bahan untuk keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang disusun.
-          Melaksanakan pelatihan untuk dukun bayi dan kader sesuai rencana yang di susun dengan melibatkan unsur-unsur terkait.
-          Membimbing peserta didik kebidanan dan keperawatan dalam lingkup kerjanya
-          Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah di berikan.
-          Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan.
-   Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.
Fungsi bidan sebagai pendidik mencakup:
1.      Memberi penyuluhan kepada individu,keluarga, dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana.
2.      Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan.
3.      Memberi bimbingan kepada peserta didik bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat.
4.      Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar